Tampilkan postingan dengan label > UPACARA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label > UPACARA. Tampilkan semua postingan

UPACARA PENUTUPAN TMMD III 2017

SUKOHARJO 
SEBANYAK SATU PLETON SATGAS MTA HADIR DALAM UPACARA PENUTUPAN TMMD SENGKUYUNG TAHAP 3 KODIM 0726 SUKOHARJO, KAMIS, 26 OKTOBER 2017 DI LAPANGAN DESA DEMAKA N KECAMATAN MOJOLABAN KABUPATEN SUKOHARJO//
DANDIM 0726 SUKOHARJO LETNAN KOLONEL INFANTERI TAUFAN WIDIANTORO, S.I.P SELAKU INSPEKTUR UPACARA MELAPORKAN
KEGIATAN TMMD YANG SUDAH DILAKSANAKAN SELAMA 30 HARI MULAI 27 SEPTEMBER LALU BERUPA PROGRAM FISIK DENGAN MEMBANGUN JALAN MAKADAM SEPANJANG 1.692 METER DAN LEBAR 3 METER, MEMBANGUN TALUD SEPANJANG 109 METER DAN LEBAR 30 CENTIMETER LEBAR BAWAH 60 CENTIMETER DAN TINGGI 120 CENTIMETER. PROGRAM TMMD INI JUGA MENYASAR KEGIATAN NON FISIK SEPERTI PENYULUHAN PENDIDIKAN BELA NEGARA, PENYULUHAN KANTIBMAS, SOSIALISASI PEMBANGUNAN, PENYULUHAN BAHAYA NARKOBA, PENYULUHAN KOPERASI DAN PENYULUHAN PERTANIAN//
KEGIATAN UPACARA PENUTUPAN TMMD DIHADIRI SEMUA ELEMEN MULAI FORKOMPINKAB, FORKOMPINCAB, TNI, POLRI DAN ORMAS TERMASUK SATGAS MTA//
KEGIATAN DILANJUTKAN PEMOTONGAN PITA PERESMIAN PENGGUNAAN JALAN MAKADAM OLEH ISTRI WAKIL BUPATI SUKOHARJO ETY WARDOYO WIJAYA//
KEPALA DESA DEMAKAN, TRI RAHARJO, DALAM WAWANCARA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMAKASIH ATAS KERJASAMANNYA KEPADA TNI, KODIM SUKOHARJO, POLISI SUKOHARJO, RELAWAN MTA, LDII, SENKOM, KOKAM DAN SEMUA ELEMEN YANG TURUT SERTA///
KONTRIBUTOR D34 SUKOHARJO MELAPORKAN


UPACARA HARI SANTRI 22 OKTOBER 2017

SUKOHARJO
SEBANYAK ENAM RIBU SANTRI/ TERMASUK SANTRI TPA MTA SUKOHARJO/ TURUT MEMERIAHKAN PERINGATAN HARI SANTRI/ YANG DIGELAR OLEH PEMERINTAH KABUPATEN SUKOHARJO/ PADA AHAD PAGI// PERINGATAN HARI SANTRI DIAWALI DENGAN UPACARA DI HALAMAN KANTOR BUPATI SUKOHARJO/ DENGAN INSPEKTUR UPACARA BUPATI SUKOHARJO HAJI WARDOYO WIJAYA SARJANA HUKUM MAGISTER HUKUM//
SEUSAI UPACARA/ PARA SANTRI BERJALAN KAKI MENUJU GEDUNG IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA/ IPHI SUKOHARJO// DALAM PERINGATAN HARI SANTRI INI/ MTA PERWAKILAN SUKOHARJO TIDAK HANYA MENURUNKAN SANTRI TPA MTA// MELAINKAN JUGA MENERJUNKAN PULUHAN SATGAS UNTUK MEMBANTU PENGAMANAN ACARA// PENGAMANAN DILAKUKAN BERSAMA SEJUMLAH SATGAS DARI BERBAGAI ORMAS ISLAM DI SUKOHARJO///
KONTRIBUTOR SUKOHARJO/ BUDI PRASETYO DAN MUKHLIS HAMIDI/ MELAPORKAN///

SUKOHARJO
GUNA MENCIPTAKAN MASYARAKAT YANG RELIGIUS/ PEMERINTAH KABUPATEN SUKOHARJO/ MENCANANGKAN GERAKAN SUKOHARJO MENGAJI// GERAKAN INI DICANANGKAN PADA ACARA PERINGATAN HARI SANTRI DI KABUPATEN SUKOHARJO/ PADA AHAD PAGI/ YANG DITANDAI DENGAN PELEPASAN BALON UDARA//
DALAM SAMBUTANNYA/ BUPATI SUKOHARJO/ HAJI WARDOYO WIJAYA SARJANA HUKUM MAGISTER HUKUM MENGUNGKAPKAN/ GERAKAN SUKOHARJO MENGAJI DILAKSANAKAN DENGAN MEMATIKAN TELEVISI SETIAP BAKDA MAGHRIB HINGGA ISYA//
PADA WAKTU TERSEBUT/ MASYARAKAT KHUSUSNYA UMAT ISLAM DIHARAPKAN MELAKUKAN AKTIVITAS MENGAJI MAUPUN MEMPERDALAM ILMU AGAMA//
BUPATI BERHARAP/ MELALUI GERAKAN SUKOHARJO MENGAJI INI MAMPU TERCIPTA MASYARAKAT YANG KUAT KARAKTER DAN MENTALNYA/ SEHINGGA MENJADI GENERASI PENERUS BANGSA SEBAGAI BEKAL MASA DEPAN.
KONTRIBUTOR SUKOHARJO/ BUDI PRASETYO/ MUKHLIS HAMIDI/ MELAPORKAN//
 

UPACARA HARI KESAKTIAN PANCASILA 2017 DI SUKOHARJO

SUKOHARJO - MTA PERWAKILAN SUKOHARJO MENERJUNKAN SATU PELETON SATGAS/ DALAM UPACARA PERINGATAN HARI KESAKTIAN PANCASILA/ PADA AHAD 1 OKTOBER 2017 PAGI// UPACARA BERTEMPAT DI HALAMAN KANTOR BUPATI SUKOHARJO/ DIHADIRI ANGGOTA FORUM KOORDINASI PIMPINAN DAERAH/ KEPALA ORGANISASI PERANGKAT DAERAH/ SERTA BERBAGAI ORGANISASI KEMASYARAKATAN DI SUKOHARJO// 

BERTINDAK SEBAGAI INSPEKTUR UPACARA/ BUPATI SUKOHARJO HAJI WARDOYO WIJAYA SARJANA HUKUM MAGISTER HUKUM// UPACARA HARI KESAKTIAN PANCASILA TAHUN 2017 INI MENGAMBIL TEMA/ KERJA BERSAMA BERLANDASKAN PANCASILA MEWUJUDKAN MASYARAKAT ADIL DAN MAKMUR// KONTRIBUTOR SUKOHARJO BUDI PRASETYO MELAPORKAN/ SEUSAI UPACARA PESERTA BERKESEMPATAN MENYAKSIKAN DISPLAY FOTO PARA PAHLAWAN REVOLUSI/ YANG GUGUR DALAM PEMBERONTAKAN PARTAI KOMUNIS INDONESIA PADA 30 SEPTEMBER 1965 SILAM///

TMMD SENGKUYUNG TAHAP II 2017 DI WERU

SUKOHARJO, SATGAS MTA SUKOHARJO menghadiri Upacara pembukaan Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II TA. 2017  di wilayah Kabupaten Sukoharjo mengambil tema " Dengan Semangat Kemanunggalan TNI dan Rakyat Kita Percepat Pembangunan di Daerah Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dalam Menjaga Keutuhan NKRI",  bertempat di lapangan bola Desa Grogol , Kec. Weru, Kab. Sukoharjo,  Selasa 04/7) secara resmi dibuka. Hadir pada upacara tersebut Waki Bupati Sukoharjo H. Purwadi SE.,MM  beserta Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Inf. Taufan Widiantoro S.I.P, unsur Forkompinda, Kepala Dinas terkait,  Kadis Ops Lanud Adi Sumarmo, Kasdim 0726, Kepala desa se-Kecamatan Weru.  Dengan peserta upacara terdiri dari 1 SST Group 2 Kopassus, 2 SST Kodim 0726/ Sukoharjo, 1 SST Brigif 6/2 Kostrad, 1 SST Depohar 50 AS, 1SST Lanud Adi Sumarmo, 1 SST Sub den 1 den C Brimob Sukoharjo, 1 SST Polres Sukoharjo, 1 SST Linmas, 1 SST Satgas MTA Sukoharjo, 1 SST Korpri Kabupaten Sukoharjo, 1 SST Perangkat desa, 3 SST OSIS SMA/SMK dan 1 Polres Sukoharjo.

Pada kesempatan ini H. Purwadi SE.,MM  membacakan amanat Bupati Sukoharjo menyampaikan bahwa TMMD telah banyak memberikan pelajaran yang berharga betapa penting dan luar biasanya semangat gotong royong membangun bangsa. TMMD bukan semata membangunkan sarana fisik  bagi masyarakat desa. Tetapi dalam TMMD juga membangunkan semangat dan percaya diri masyarakat agar mampu mengelola potensi yang dimiliki serta kesiapsiagaan menghadapi setiap ancaman yang sedang dan akan dihadapi. Bupati berpesan untuk melanjutkan karya bakti dan pengabdian, bersama kita tingkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kontributor Sukoharjo Wahyudi dan Mustofik melaporkan Sasaran program TMMD Sengkuyung Tahap-II  TA. 2017 ini adalah dengan sasaran fisik diantaranya Pembangunan Talud dengan panjang 842 x lebar atas 0,3 meter x lebar bawah 0,4 meter x tinggi bawah 0,4 meter, Rehab Poskamling 1 buah, rehab masjid 1 buah, pembuatan MCK 2 buah dan pembuatan jamban 2 buah sasaran Non Fisik diarahkan untuk mendorong tumbuhnya Inovasi dan kreativitas masyarakat desa, guna meningkatkan kualitas hidup dalam membangun daerahnya sendiri menuju kehidupan sosial yang lebih maju, sejahtera dan mandiri
.


SATGAS MTA SUKOHARJO HADIRI APEL RAMADNIYA 2017

Sebanyak 1 pleton Satgas MTA Sukoharjo (Khusus Upacara) menghadiri apel pasukan Operasi Ramadniya  Candi 2017 yang digelar oleh Polres Sukoharjo, bertempat di halaman Setda Sukoharjo Senin, 19 Juni 2017 Jam 08.00 WIB s.d 08.30 WIB dalam rangka persiapan keamanan kelancaran mudik dan pulang kampung untuk merayakan lebaran 1438 H Tahun 2017.  Apel dipimpin Wakapolres  Kompol. Ifan Hariyat SIK.  Gelar pasukan Ramadniya Candi 2017 mengambil tema "Melalui gelar pasukan operasi kepolisian terpusat Ramadniya Candi 2017  kita tingkatkan professional Polri dalam rangka pengamanan Idul Fitri 1438 H guna mewujudkan situasi yang aman tertib dan lancar". Turut hadir Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH, Forkopimda, Jajaran kepolisian, TNI, hingga organisasi masyarakat mengikuti apel tersebut.

"Pada operasi ini kita membuat pospam, pos pengamanan, yang akan memberikan pelayanan pada masyarakat sebanyak kurang lebih 6 pos pengamanan didirikan di Kartasura yakni ngasem, Goro Assalam, dan bekas terminal Kartasura, Mojolaban, Proliman Sukoharjo, dan Pandowo  Grogol. Jalur yang rawan kita antisipasi jalur boyolali kartasura, kartasura klaten, kita antisipasi dengan buka tutup. Himbauan kami yang meninggalkan tempat seperti ruko, gudang, dan rumah, tolong  laporkan pada polisi terdekat dan Babinkamtibmas setempat . Harapannya  Polisi tahu dan akan menjaganya. Pencegahan lebih penting untuk menghindari aksi kriminalitas ," ucap Kompol Ivan di lokasi.

Operasi terpusat Ramadniya tahun 2017 akan dilaksanakan selama 16 hari dengan melibatkan total 187.012 personel dari kepolisian serta dibantu stakeholders terkait unsur TNI hingga jajaran Pemda dan seluruh jajaran hendaknya dapat bekerja dengan tulus dan iklas terlebih awal operasi ini akan kita laksanakan dalam suasana bulan suci Ramadhan ," ungkapnya ketika membacakan Amanat Kapolri Drs. Tito Karnavian, M.S.,Ph.D. (Kontributor Sukoharjo - Haryono)

Sumber : Press Room Kabupaten Sukoharjo



SATGAS MTA HADIRI UPACARA HARI LAHIR PANCASILA KE-72


Sebanyak satu pleton Satgas MTA Sukoharjo khusus upacara turut serta dalam upacara memperingati Hari Lahir Pancasila yang digelar Pemkab Sukoharjo di halaman Kantor Sekretaris Daerah Kabupaten Sukoharjo, Kamis (1/5/2017) pagi. Upacara diikuti oleh PNS dari seluruh Instansi , TNI, Polri, Ormas dan perwakilan siswa SMA di Sukoharjo.
.
Bertindak sebagai inspektur upacara kali ini, Wakil Bupati Sukoharjo Purwadi. Dalam kesempatan ini, wakil bupati membacakan amanat tertulis Presiden RI Joko Widodo. Dalam amanatnya disampaikan, keberanekaragaman yang diberikan Tuhan merupakan anugerah dan sudah sepantasnya bangsa Indonesia berbangga dengan hal tersebut. Pancasila yang digagas oleh founding father bangsa ini sudah memikirkan bahwa nantinya bangsa ini adalah bangsa yang besar.

“Saat ini bangsa Indonesia sedang mendapat ancaman intoleran yang sangat besar mengancam kebhinekaan kita sebagai bangsa yang sedang bergerak maju menuju bangsa yang menghargai perbedaan," kata Presiden dalam sambutan tertulisnya.

Di Hari Lahir Pancasila yang bertepatan dengan bulan Ramadhan, pemerintah berharap agar seluruh jajaran pemerintahan daerah yang ada untuk selalu waspada terhadap segala ancaman yang ada. Serta mengajak masyarakat untuk bersama bersama mengamalkan nilai Pancasila, bukan hanya dalam hati, tetapi juga dalam kehidupan sehari sehari.

"Kita adalah Indonesia, kita adalah Pancasila," tegasnya.

Seperti yang diketahui bersama saat ini bangsa Indonesia sedang mengalami ancaman yang bisa memecahkan kebhinekaan bangsa ini, seperti terorisme, radikalisme, perang saudara serta dinamika politik yang membawa bawa golongan agama.

Tim Kontributor Sukoharjo
Syarief dan Mukhlis Hamadi


SATGAS MTA SUKOHARJO HADIRI APEL KAPOSKAMLING 2017

Satgas MTA Sukoharjo khusus upacara berjumlah 23 personil turut serta dalam acara Apel Kaposkamling cipta kondisi menjelang bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri  tahun 2017, di akhir acara dillanjutkan pemusnahan barang bukti Narkotika jenis sabu sebanyak 33 paket, Narkotika jenis ganja 30 paket dan minuman keras beralkohol sebanyak 8.000 liter bertempat di halaman Kantor Pemkab Sukoharjo, Jum'at (26/5/2017). Pemusnahan barang sitaan narkotika jenis sabu dan ganja dilakukan dengan cara dimasukan ke dalam drum kemudian disiram dengan minyak tanah dan dibakar sedangkan barang bukti minuman keras berakhohol ciu dimusnahkan dengan cara dibuang ditumpahkan ke kolam yang sudah disediakan.

Kapolres Sukoharjo AKBP Ruminio Ardano, S.I.K. didampingi Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi SE.,MM bersama FORKOPIMDA mengikuti upacara Apel Kaposkamling dan terjun langsung memimpin pemusnahan miras dan narkoba hasil dari operasi bersinar dan operasi pemberantasan penyakit masyarakat selama tahun 2017.

Dalam amanatnya Kapolres Sukoharjo berpesan lima hal kepada masyarakat antara lain agar masyarakat melakukan pengamatan dan merespon dengan cepat serta menginformasikan kepada Polri terdekat apabila diketahui adanya gejala gejala gangguan Kamtibmas, selalu menjaga kekompakan dalam lingkungan keluarga, masyarakat sehingga tercipta situasi kondisi Kantibmas yang aman, nyaman, harmonis dalam menghadapi pilgub Jawa Tengah tahun ini, jangan terjadi kotak kotak antar pendukung calon gubernur dan wakil gubernur utamakan kesatuan persatuan serta tingkatkan bentuk bentuk pengamanan swakarsa ,aktifkan siskamling serta budayakan koordinasi dan yang terakhir serahkan barang bukti kepada Polri untuk mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri oleh masyarakat," harap Kapolres.

Wakil Bupati ketika ditemui di sela sela pemusnahan Miras kali ini mengungkapkan pertama mengapresisi langkah positif seperti pemusnahan Miras Narkoba seperti saat ini dan berharap para generasi muda semakin memahami akan dampak bahaya narkotika dikemudian hari dan berpesan jauhi narkoba untuk masa depan yang lebih baik. Adapun peserta upacara terdiri dari 1 SST dari Kodim 0726, Brimob, Sat Sabhara, Satlantas, Bhabinkamtibmas, pasukan Ormas, awak pos Kamling, FKPM. 

Tim Kontributor Sukoharjo (Haryono dan Budi Prasetyo).


HARKITNAS KE 109 TAHUN 2017 DI SUKOHARJO

Satgas MTA Sukoharjo terjunkan personel dalam upacara bendera memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas)  ke-109 Tahun 2017 di halaman Kantor Bupati Sukoharjo. Upacara  dipimpin oleh Asisten tiga administrasi umum Drs Adji Arianto, SH.,MM yang dipercaya bertindak sebagai Inspektur Upacara mewakili Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo  yang berhalangan hadir.

Dalam upacara bendera ini dihadiri seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sukoharjo dan sejumlah siswa-siswi setingkat SMA dilingkungan Kabupaten Sukoharjo, Senin (22/05/2017).

Membacakan sambutan tertulis Menteri Komonikasi dan Informatika Republik Indonesia Rudiantara, Drs. Eko Adji Arianto  mengatakan bahwa tema pada peringatan Harkitnas tahun ini adalah Pemerataan Pembangunan Indonesia Yang Berkeadilan Sebagai Wujud Kebangkitan Nasional. Tema ini mengandung arti bahwa semangat kebangkitan nasional tidak pernah memudar, namun justru semakin menunjukkan urgensinya bagi kehidupan berbangsa. Semangat itu sudah tercetus setidaknya sejak 109 tahun lalu, ditandai dengan berdirinya Boedi Oetomo namun sampai sekarang tetap ampuh menyatukan gerak sebagai bangsa.

"Betapa tidak mudahnya para pendahulu kita merajut angan keindonesiaan saat itu. Ketika insfrastruktur transportasi dan komunikasi masih terbatas, sumber daya insani yang teguh dengan pemikiran keindonesiaan masih dapat dihitung dengan jari, saat semuanya itu berada dalam konteks ketakutan akan kekejaman kolonialis yang siaga memberangus setiap pemikiran yang mematik hasrat lepas dari belenggu penjajahan,".Dalam kondisi seperti ini,  pemerintah terus berupaya meningkatkan aspek pemerataan pembangunan di segala sektor. Di sektor kelistrikan misalnya, pembangunan ketenagalistrikan telah dilakukan di 2.500 desa yang belum mendapat aliran listrik.

"Pada saat yang sama, kebijakan pemerataan dilakukan melalui subsidi listrik yang difokuskan kepada masyarakat menengah ke bawah sehingga bisa dilakukan relokasi subsidi listrik tahun 2016 sebesar Rp12 triliun, dialihkan untuk menunjang sektor kesehatan, pendidikan dan insfrastruktur," katanya. Selama satu abad lebih, sejak organisasi Boedi Oetomo digagas telah memunculkan dimensi baru dalam lanskap sosial budaya seluruh umat manusia. Perubahan besar telah terjadi yang jika boleh dirangkum menjadi satu, digitalisasi adalah kata yang tepat.

Berkat digitalisasi yang paling nyata hampir terjadi di setiap sektor terkait dengan dipangkasnya waktu perizinan yang ada. Proses perizinan yang berlangsung ratusan hari sampai tak terhingga kini dipangkas secara drastis hingga enam kali lebih cepat dari waktu semula.Pemangkasan waktu perizinan ini dapat terlaksana berkat teknologi digital," ungkapnya. Acara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke -109 Tahun 2017 diakhiri pemberian tali asih kepada pihak keluarga KH. Samanhudi. (T.K.S)

Tim Kontributor Sukoharjo
Haryono & Budi Prasetyo

 

SATGAS MTA SUKOHARJO HADIRI UPACARA PEMBUKAAN TMMD DI WERU

Satgas MTA Sukoharjo baret merah menghadiri upacara pembukaan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) pada hari Rabu, 5 April 2017 Jam 08.00 WIB sampai Jam 10.00 WIB bertempat di lapangan desa Tegalsari, Kec. Weru, Kab. Sukoharjo.

Hadir sebagai inspektur upacara Bupati Sukoharjo yaitu Bapak H. Wardoyo Widjaja, SH., MH.

Dalam sambutannya beliau berpesan agar selalu memupuk rasa ke gotong royongan serta memajukan desa dan mengatasi pengangguran, melalui TMMD ini beliau juga mendukung program daerah dalam menggali potensi desa agar supaya lebih dikenal luas oleh masyarakat.

Program TMMD rencana akan berlangsung mulai tanggal 5 April 2017 sampai dengan 5 Mei 2017.

Kegiatan TMMD antara lain meliputi:

1. Betonisasi jalan

2. Pembuatan Pos kamling 1 unit

3. Rehab Masjid 2 unit

4. Pembuatan MCK 3 unit

5. Pembuatan jamban warga 25 unit

6. Penghijauan 500 pohon

Beberapa warga MTA akan diterjunkan secara bergiliran dalam acara TMMD yang berlangsung.


https://www.youtube.com/watch?v=q40yX4gmcXA&feature=youtu.be

Tim Kontributor Sukoharjo (Haryono, Mustofik Hidayah, Wahyudi)

SATGAS MTA HADIRI UPACARA HUT DAMKAR SUKOHARJO KE 98

SUKOHARJO : Upacara  bendera dalam rangka hari jadi ke-98 Damkar di lingkungan Pemkab Sukoharjo, Jumat (17/3/2017), pagi diwarnai dengan simulasi cara memadamkan kebakaran.

Upacara di halaman kantor Bupati Sukoharjo mengundang perwakilan beberapa Perusahaan, PT. Sritex, TNI, Polri, Pramuka, Osis, Tim SAR, Satgas MTA, SAR MTA, PEMUDA MTA, BANKOM, SENKOM, LDII, dll, dipimpin Sekda Sukoharjo Agus Santoso.

Dalam amanat Sekda Agus Santoso membacakan sambutan tertulis Menteri Dalam Negeri yang manyatakan bahwa Damkar memiliki tugas yang sangat mulia karena tugas mulia anggota Damkar sama dengan tugas kepolisian dan TNI yang siap meninggalkan keluarganya selama 24 jam untuk mengabdi, pantang pulang sebelum padam.

“Pemerintah memberi penghormatan penuh terhadap pengabdian para Satuan Damkar selama ini. Salah satu bentuknya yakni dengan berupaya mengoptimalkan kesejahteraan untuk seluruh jajaran satuan Damkar,“ ucap Sekda.

Usai upacara sekda Agus Santoso menyatakan bahwa profesi damkar adalah universal dan  perlu dicontoh bagi orang lain. Pemkab Sukohajo berupaya memberikan layanan terbaik kepada masyarakat dengan peralatan yang dimiliki mulai dari mobil unit pemadam hingga SDM nya.

“Ya, untuk sarana prasarana yang dimiliki lebih dari cukup dan secara bertahap akan kami tingkatkan termasuk membuka posko layanan di Kartosuro. Sebab idealnya sejak kali pertama mendapatkan laporan paling lambat 15 menit Damkar harus sudah berada di lokasi kebakaran,“ ungkap Agus Santoso kepada wartawan.

Pada saat simulasi Sekda yang didampingi Wakapolres Sukoharjo Kompol M Ivan Hariyat juga ikut melakukan pemadamam dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).

Sementara simulasi yang dilakukan tim Damkar Sukoharjo adalah memadamkan api saat terjadi kebakaran sebuah rumah.

Simulasi itu cukup menyita perhatian dari peserta upacara lantaran rumah mini benar-benar dibakar dan api sempat membumbung tinggi ke angkasa.

Dengan sigap tim Damkar berhasil memadamkan api hanya dalam tempo sekitar 5 menit. (Tim Kontributor Sukoharjo | Budi Prasetyo | Haryono | MTATV).